Purwokerto, 14 Agustus 2025 – Aliansi BEM Banyumas Raya menggelar Rapat Kerja (Raker) tahun 2025 di Universitas Perwira Purbalingga, Kamis (14/8). Kegiatan ini dihadiri perwakilan BEM dari 20 perguruan tinggi yang tersebar di wilayah Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, dan Brebes.
Dalam rapat tersebut, forum menetapkan metode pembahasan dokumen kerja dengan opsi ketiga, yakni dibacakan secara keseluruhan dengan sesi tanya jawab selama lima menit. Mekanisme ini disepakati mayoritas peserta setelah mempertimbangkan efisiensi waktu dan efektivitas diskusi.
Aliansi BEM Banyumas Raya Tetapkan Isu Strategis dan Program Kerja di Rapat Kerja 2025

Isu Strategis Regional dan Nasional
Salah satu agenda utama Raker adalah merumuskan isu-isu strategis yang akan menjadi fokus advokasi Aliansi. Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) mengusulkan agar setiap lembaga mengajukan maksimal lima isu regional dan lima isu nasional.
Isu regional yang diangkat meliputi permasalahan infrastruktur jalan dan irigasi, pengelolaan limbah pabrik, tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK), persoalan agraria, darurat sampah, stunting, parkir liar, rendahnya minat melanjutkan pendidikan, dampak operasional PLTU Desa Winong, hingga minimnya tenaga pengajar di beberapa sekolah.
Untuk isu nasional, forum menyoroti royalti hak cipta, etika penggunaan Artificial Intelligence (AI), rancangan undang-undang KUHAP, kriminalisasi masyarakat sipil, perjanjian tarif Indonesia–Amerika Serikat, serta kebijakan kenaikan pajak.
Program Kerja 2025–2026
Aliansi BEM Banyumas Raya juga menetapkan sejumlah program kerja yang akan dijalankan.
- Koordinator Pusat: Gerakan evaluasi 200 hari kerja kepala daerah yang akan dilaksanakan pada 8 September 2025, serta forum besar BEM Banyumas Raya pada Februari 2026 di Universitas Jenderal Soedirman.
- Bidang Media: Rebranding media sosial dan publikasi bersama.
- Wilayah I: Sambang daerah, sambang wilayah, dan forum wilayah.
- Wilayah II: Pengabdian masyarakat dan gerakan literasi.
- Bidang Eskalasi Isu Politik: Diskusi publik.
- Bidang Pengabdian Masyarakat: Program pengabdian di berbagai daerah.
Tuan Rumah Musyawarah Besar 2026
Dalam sesi pemilihan tuan rumah Musyawarah Besar (Mubes) 2026, dua kandidat muncul: Politeknik Negeri Cilacap dan Universitas Peradaban. Setelah melalui afirmasi dan tanggapan, Universitas Peradaban resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Mubes 2026 karena Politeknik Negeri Cilacap menyatakan belum siap.
Rapat kerja ini menjadi momentum penting bagi Aliansi BEM Banyumas Raya untuk memperkuat kolaborasi antar-perguruan tinggi dalam mengawal isu strategis, mendorong kebijakan publik yang berpihak pada masyarakat, dan mengoptimalkan peran mahasiswa di daerah.




