Klaten, 8 Agustus 2026 – Kehadiran mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui program BSI Explore 2026 di Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, mulai memberikan warna tersendiri dalam kehidupan masyarakat. Tidak hanya menjalankan berbagai program kerja yang telah disiapkan, mahasiswa juga berupaya membangun kedekatan dengan warga melalui keterlibatan dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
Salah satu bentuknya terlihat ketika Tim BSI Explore 2026 Gunung Gajah mengikuti pengajian rutin warga di Mushola Darussalam, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk bersilaturahmi, mengenal masyarakat lebih dekat, sekaligus belajar memahami kehidupan sosial warga di sekitar lokasi pengabdian.
Mushola Darussalam yang berada tidak jauh dari posko Tim BSI Explore menjadi salah satu tempat mahasiswa berinteraksi dengan masyarakat selama menjalankan program pengabdian. Keikutsertaan dalam pengajian rutin juga menjadi bentuk komitmen mahasiswa untuk tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi turut berbaur dengan lingkungan tempat mereka tinggal selama BSI Explore berlangsung.
Sebelum pengajian dimulai, mahasiswa mengikuti salat Isya berjamaah bersama masyarakat. Setelah ibadah selesai, mahasiswa berinteraksi dengan para jamaah melalui percakapan ringan. Momen tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan diri sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan warga.

Mahasiswa kemudian turut membantu mempersiapkan kebutuhan kegiatan pengajian. Keterlibatan tersebut membuat suasana antara mahasiswa dan masyarakat semakin akrab. Bagi mahasiswa, kegiatan sederhana seperti membantu persiapan acara menjadi bagian penting dari proses adaptasi selama menjalankan pengabdian.
Pengajian rutin kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ustadz Pujahidin. Materi yang disampaikan membahas rukun wudu, sementara kegiatan tersebut diikuti sekitar 80 jamaah.
Perwakilan Tim BSI Explore Gunung Gajah mengatakan bahwa kegiatan keagamaan bersama warga memberikan pengalaman yang berbeda bagi mahasiswa. Tanggapan berikut merupakan draf kutipan yang perlu dikonfirmasi kepada narasumber sebelum digunakan dalam publikasi.
“Kami merasa senang dapat ikut hadir dan berbaur bersama warga dalam pengajian rutin ini. Bagi kami, BSI Explore bukan hanya tentang menjalankan program kerja, tetapi juga bagaimana kami bisa menjadi bagian dari lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kami dapat mengenal warga lebih dekat dan belajar mengenai nilai kebersamaan yang ada di masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, hubungan yang baik dengan warga akan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran berbagai program mahasiswa selama berada di Desa Gunung Gajah.
Sementara itu, perwakilan warga sekitar Mushola Darussalam menyambut baik kehadiran mahasiswa UBSI dalam kegiatan pengajian. Tanggapan berikut merupakan draf yang perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.
“Kami senang mahasiswa BSI Explore mau ikut kegiatan bersama warga. Kehadiran mereka membuat suasana semakin ramai dan sekaligus menjadi kesempatan untuk saling mengenal. Kami berharap mahasiswa dapat terus berbaur dengan masyarakat selama berada di Gunung Gajah,” ujarnya.
Kegiatan tidak langsung berakhir setelah materi pengajian selesai. Mahasiswa turut membantu menghidangkan makanan berupa bakso kepada para jamaah. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, mahasiswa bersama warga juga membantu merapikan dan membersihkan area Mushola Darussalam sebelum kembali ke posko.
Dari sisi pendampingan, Dosen Pembimbing Lapangan BSI Explore Gunung Gajah, Yulianto, S.E., M.M., menilai bahwa keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas masyarakat menjadi bagian penting dari proses pengabdian.
“Mahasiswa perlu memahami bahwa pengabdian bukan hanya mengenai program yang telah dirancang, tetapi juga bagaimana mereka mampu beradaptasi dan menghargai kehidupan masyarakat setempat. Mengikuti kegiatan warga seperti pengajian merupakan bentuk sederhana dari proses membangun hubungan sosial. Saya berharap mahasiswa dapat terus menjaga komunikasi dan menunjukkan sikap yang baik selama berada di lokasi pengabdian,” jelas Yulianto.
Menurutnya, pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat dapat membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan komunikasi, empati, kerja sama, dan adaptasi. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika nantinya memasuki dunia profesional maupun kehidupan bermasyarakat.
Bagi Tim BSI Explore Gunung Gajah, pengajian di Mushola Darussalam menjadi salah satu pengalaman yang memperlihatkan pentingnya membangun hubungan dengan masyarakat secara langsung. Mahasiswa dapat mengenal karakter warga, memahami kebiasaan masyarakat, serta menciptakan suasana komunikasi yang lebih terbuka.
Keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa program BSI Explore 2026 memiliki dimensi pengabdian yang luas. Selain menghadirkan program pendidikan dan pemberdayaan, mahasiswa juga didorong untuk membangun kepedulian sosial serta menghargai berbagai aktivitas masyarakat di lokasi pengabdian.
Melalui kegiatan sederhana tersebut, hubungan antara Tim BSI Explore dan masyarakat Desa Gunung Gajah diharapkan semakin erat. Mahasiswa dapat terus berpartisipasi secara positif dalam kegiatan warga, sementara masyarakat memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dan berbagi pengalaman dengan generasi muda dari lingkungan perguruan tinggi.
Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, Tim BSI Explore 2026 Gunung Gajah berkomitmen untuk terus membangun komunikasi dengan masyarakat selama menjalankan rangkaian program. Kehadiran mahasiswa diharapkan tidak hanya meninggalkan berbagai kegiatan, tetapi juga membangun hubungan sosial yang baik dan memberikan pengalaman positif bagi mahasiswa maupun warga Desa Gunung Gajah.






